Pada mengalami gangguan tidur. Selain itu, gangguan tidur dapat

Pada penelitian sebelumnya pada 12 orang sehat yang terpapar kebisingan pabrik sebesar 85 dBA selama 12 jam menunjukkan beberapa perubahan pada tahap tidur seperti penurunan waktu tidur REM, pemendekan siklus tidur, dan peningkatan deep sleep selama siklus tidur kedua. Sedangkan orang sehat yang terpapar kebisingan sebesar 100 dBA dilaporkan memiliki tingkat ketidakberdayaan yang lebih tinggi, kekurangan kontrol, tekanan, stress, ketidakbahagiaan, kecemasan, dan depresi (Gitanjali & Ananth, 2003).Terlepas dari perbedaan antarindividu, tidur merupakan hal yang penting bagi kehidupan manusia untuk memulihkan tubuh yang letih atau kelelahan, mempelajari kembali informasi yang didapatkan hari itu, dan menjaga kesehatan mental yang baik. Oleh karena itu, penting untuk tidur dengan benar dan cukup. Sebab, hambatan tidur dapat menyebabkan banyak masalah dalam kehidupan sehari-hari (Heo et al., 2013).Berdasarkan hasil meta-analisis oleh Uehli et al. (2014), ditemukan bahwa sekitar 13% dari kecelakaan kerja dapat dikaitkan dengan gangguan tidur. Pekerja yang mengalami gangguan tidur memiliki risiko 1,62 kali lebih tinggi untuk mengalami kecelakaan kerja dibandingkan dengan pekerja yang tidak mengalami gangguan tidur. Selain itu, gangguan tidur dapat mempengaruhi proses pemulihan dari gangguan kesehatan fisik seperti kecelakaan atau cedera akibat kerja, serta gangguan kesehatan mental seperti penurunan penilaian, memori, dan kemampuan berkonsentrasi. Hal ini, pada akhirnya, dapat mengakibatkan penurunan produktivitas pada pekerja (Nakata et al., 2005; Metlaine et al., 2005). Pekerja yang mengalami insomnia akan dua kali lebih mungkin kehilangan pekerjaan. Hal ini karena mereka memiliki kepercayaan diri dan kepuasan kerja yang rendah, serta keberhasilan yang lebih rendah pula dalam bekerja. Selain itu, penderita insomnia tiga kali lebih rentan mengalami kecelakaan lalu lintas yang berbahaya. Penelitian juga menunjukkan bahwa pekerja dengan insomnia memiliki 1,4 kali lebih banyak ketidakhadiran kerja daripada pekerja tanpa insomnia (Yazdi et al., 2014). PT. X merupakan sebuah pabrik di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember yang memproduksi kayu lapis/triplek (plywood) dan blockboard. Selama proses produksi digunakan beberapa mesin untuk tiap tahap produksinya. Salah satunya