DAFTAR ISI COVER……………………………………………………………………………………………………. 1 DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………….. 2 BAB I

DAFTAR
ISI

 

COVER……………………………………………………………………………………………………. 1

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………….. 2

BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………………….. 3

1.1  Latar Belakang………………………………………………………………………….. 3

1.2  Rumusan Masalah………………………………………………………………………. 4

1.3  Tujuan………………………………………………………………………………………. 4

1.4 
Manfaat……………………………………………………………………………………. 4

BAB II LANDASAN TEORI…………………………………………………………………….. 5

2.1 
Pengertian
Pendidikan………………………………………………………………… 5

2.2 
Pengertian
Agama………………………………………………………………………. 5

2.3 
Pengertian
Kekristenan……………………………………………………………….. 5

2.4 
Pengertian
Alkitab……………………………………………………………………… 6

BAB III PEMBAHASAN………………………………………………………………………….. 7

3.1 Pandangan Iman Kristen Mengenai Pendidikan
Berkualitas……………. 7

3.2 Tujuan Pendidikan Berkualitas…………………………………………………….. 8

3.3 Cara Mewujudkan Pendidikan Berkualitas……………………………………. 9

BAB IV PENUTUP…………………………………………………………………………………… 10

4.1 Simpulan…………………………………………………………………………………… 10

4.2 Saran………………………………………………………………………………………… 10

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………… 11

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Mencerdaskan kehidupan
bangsa merupakan salah satu tujuan dari berdirinya Negara Kesatuan Republik
Indonesia, dimana pada masa kini pendidikan merupakan hak dasar yang perlu
dimiliki oleh tiap manusia. Dalam menjalankan berbagai aspek kehidupan,
pendidikan memegang peranan penting dalam menjalankan hal-hal tersebut. Segala
riset, penelitian, dan implementasi dari ilmu-ilmu dalam dunia pendidikan,
harus menyesuaikan dengan keadaan dan situasi sosial yang ada di masyarakat.
Sebab, pendidikan adalah sebuah hal yang tidak pernah selesai sampai kapanpun,
dan akan terus berjalan selaras dengan perkembangan zaman. Pendidikan telah ada
sejak dahulu kala, dan tetap terus berkembang dengan sejalan dengan sikap
manusia yang cenderung kreatif dan inovatif.

Guna mencapai pendidikan
yang berkualitas, pemerintah telah melakukan berbagai upaya dan usaha, seperti
mengalokasikan 20% dari APBN untuk bidang Pendidikan. Pemerintah juga telah
melakukan peningkatan kualitas pendidikan melalui peningkatan kualitas guru,
menyalurkan dana BOS, menggalakan Kartu Indonesia Pintar, serta pembangunan
sarana dan prasarana pendidikan. Kesemua hal tersebut, dilakukan sebagai usaha
dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas.

Di kancah internasional,
berdasarkan Indeks Perkembangan Pendidikan untuk semua (Education for All
Development Index, EDI) di tahun 2015, Indonesia menduduki peringkat ke-57 dari
115 negara. Menurut laporan program pembangunan PBB(Perserikatan Bangsa-Bangsa)
tahun 2015, Indonesia berada di peringkat 110 dari 187 negara dalam hal Indeks
Pembangunan Manusia, dimana Indonesia memiliki skor sebesar 0,684. Angka
tersebut menjadikan Indonesia tertinggal dari dua negara ASEAN, yaitu Singapura
yang berada di peringkat 11 dan Malaysia yang menduduki peringkat 62. Sedangkan
menurut laporan dari UNESCO Education For All Global Monitoring Report yang
dirilis tahun 2012, Indonesia menduduki peringkat ke-64 dari 120 negara dalam
hal kualitas pendidikan.

            Dalam ajaran agama Kristen, Alkitab menjelaskan dalam
Kitab Ulangan Pasal 6 ayat 7, menjelaskan bahwa Pendidikan harus dilaksanakan
berulang-ulang, dan proses ini dapat dilakukan dalam segala waktu. Tentu
pendidikan yang baik merupakan suatu kewajiban yang selain merupakan tujuan
negara, hal ini juga merupakan amanat dari ajaran agama, dimana dalam hal ini
dalam ajaran agama Kristen.

Berdasarkan hal-hal
diatas, maka Pemerintah akan menjadikan Pendidikan sebagai konsentrasi utama
dalam usaha Pembangunan Manusia. Mewujudkan Pendidikan Berkualitas merupakan
suatu hal penting yang perlu dilaksanakan dengan bekerjasama dengan berbagai
pihak yang terkait.

 

1.2  Rumusan
Masalah

Rumusan masalah dalam makalah ini adalah:

1.       
Bagaimana Iman Kristen memandang pentingnya pendidikan
yang berkualitas?

2.       
Apa tujuan dari pendidikan berkualitas?

3.       
Bagaimana cara mewujudkan Pendidikan Berkualitas?

 

1.3  Tujuan

Adapun
tujuan penulisan makalah ini adalah :

1.       
Mengetahui
pengertian dari Pendidikan Berkualitas

2.       
Mengetahui
pandangan Agama Kristen terhadap pentingnya Pendidikan

3.       
Mengidentifikasi
cara dalam mewujudkan Pendidikan Berkualitas

 

1.4  Manfaat

1.    Menambah wawasan pembaca mengenai pentingnya Pendidikan
Berkualitas

2.    Memahami perspektif iman Kristen terhadap Pendidikan Berkualitas

3.    Menjadi penerapan teori yang telah diterima selama perkuliahan
TPB

BAB II

LANDASAN TEORI

 

2.1  Pengertian
Pendidikan

Pendidikan menurut
Undang-Undang nomor 20 Tahun 2003, adalah usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.  Menurut 
H. Horne, Pendidikan adalah proses yang terus menerus (abadi) dari
penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara
fisik dan mental, yang bebas dan sadar kepada Tuhan, seperti termanifestasi
dalam alam sekitar intelektual, emosional dan kemanusiaan dari manusia.

 

2.2  Pengertian
Agama

Agama ialah sebuah ajaran atau sistem yang
mengatur tata cara peribadatan kepada Tuhan dan hubungan antar manusia. Secara
bahasa, Agama berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu a yang berarti tidak, dan
gama yang berarti kacau. Agama diharapkan akan mengatur kehidupan agar dapat
berjalan teratur. Hal yang dapat diberikan oleh Agama kepada umatnya ialah
dengan penanaman nilai-nilai kebaikan, yang jika diamalkan dengan baik, maka
akan mendapat upah dari sang Pencipta. Perbuatan baik juga dapat menghadirkan
suasana yang rukun diantara sesama umat manusia. Apabila manusia tidak
melakukan perbuatan baik, maka Sang Pencipta akan memberikan hukuman/sanksi,
sesuai dengan tindakan manusia tersebut.

 

2.3  Pengertian
Kekrristenan

      Kristen
merupakan sebuah agama yang bermula dari pengajaran Yesus Kristus, dimana Ia
merupakan seorang putra dari Bunda Maria, dan Yesus berasal dari Roh Kudus.
Iman Kristen percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat umat
manusia, dimana Ia telah mati disalibkan, dan Ia bangkit dari kematianNya pada
hari yang ketiga seusai kematianNya. Empat puluh hari setelah kebangkitanNya,
Ia naik ke Surga untuk duduk disebelah kanan Allah Bapa. Iman Kristen juga
percaya bahwa dalam suatu hari, Yesus Kristus akan kembali datang ke dunia ini,
untuk menghakimi orang-orang yang hidup dan orang-orang yang telah mati, dan Ia
juga akan mengaruniakan kehidupan kekal bagi para pengikut yang taat kepadaNya.

 

2.4  Pengertian
Alkitab

Alkitab adalah sebutan untuk sekumpulan naskah
yang dipandang suci dalam Kekristenan. Alkitab merupakan Firman Allah yang
diilhamkanNya kepada manusia, dengan berbagai latar belakang dan profesi.
Berdasarkan 2 Timotius 3:16, mengatakan bahwa “Segala tulisan yang diilhamkan  
Allah  memang bermanfaat untuk
mengajar,  untuk menyatakan kesalahan,
untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran”.
Berdasarkan ayat tersebut, Alkitab memiliki beberapa fungsi utama dalam
mengatur kehidupan umat Kristen sehari-hari. Alkitab terdiri atas 2 bagian
utama, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Perjanjian Lama ditulis
sebelum kelahiran Yesus Kristus, sedangkan Perjanjian Baru ditulis semenjak
kelahiran Yesus Kristus. Perjanjian Lama terdiri atas 39 kitab, sementara
Perjanjian Baru terdiri atas 27 kitab.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PEMBAHASAN

 

3.1  Pandangan
Iman Kristen Mengenai Pendidikan Berkualitas

Berdasarkan Amsal 1:7,
yaitu “Takut akan Tuhan adalah permulaan
pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan”. Ayat ini
menekankan bahwa Takut akan Tuhan merupakan awal dari sebuah proses pendidikan.
Ayat ini dapat menggambarkan bahwa sebelum manusia mengenal berbagai ilmu
pengetahuan, maka ia perlu terlebih dahulu untuk menghormati siapa penciptanya.
Segala proses dalam pendidikan, sudah sewajibnya diarahkan kepada Tuhan.
Alkitab juga mengajarkan berdasarkan Ulangan 6:6-7, yaitu “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau
perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada
anak-anakmu  dan membicarakannya apabila
engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau
berbaring dan apabila engkau bangun”. Berdasarkan kutipan ayat tersebut,
Pendidikan yang baik ialah pendidikan yang tidak pernah berhenti, dan
dilaksanakan dimanapun ia berada. Pendidikan yang baik, tidak bisa berhenti
hanya di satu sisi saja, melainkan harus tetap memiliki kontinuitas yang baik.
Berdasarkan Amsal 22:6. Yaitu “Didiklah
orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak
akan menyimpang dari pada jalan itu”. Pendidikan yang baik, selain dapat
memperluas wawasan pengetahuan bagi kita, tetapi apabila generasi muda dididik
dengan materi dan teknik yang tepat, maka hal itu akan menjadi pegangan yang
kuat baginya, hingga dimasa tuanya ia tidak akan menyimpang, dari hal-hal yang
telah dipelajarinya. Berdasarkan 2 Timotius 2:15, yaitu “Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang
pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan
kebenaran itu”.Pendidikan yang baik juga dapat dijadikan sebagai sarana
untuk melayakan diri kita di hadapan Tuhan. Melayakan disini dapat diartikan
bahwa kita telah sadar dengan kesalahan kita di masa lalu, dan kita telah
memperbaiki kesalahan tersebut.

      Pendidikan
yang berkualitas tentu merupakan harapan bagi kita sebagai umatNya. Pendidikan
yang baik akan memperlengkapi kita guna menjalani kehidupan. Pendidikan yang
baik akan menjadikan kita sebagai pribadi yang dewasa dan memiliki wawasan yang
luas, tetapi yang paling utama dari itu, ialah menjadikan kita sebagai pribadi yang
Takut akan Tuhan. Upaya mendidik merupakan salah satu bentuk pelayanan kita
terhadap Tuhan, dan juga sebagai wujud sikap mengasihi antar sesama manusia.

 

3.2  Tujuan
Pendidikan Berkualitas

Pendidikan berkualitas akan menghasilkan berbagai
manusia-manusia baru yang diperlengkapi dengan ilmu dan pengetahuan yang baik,
selain itu berikut tujuan dari Pendidikan Berkualitas, antara lain:

1.     
Membentuk
insan yang sempurna

Pendidikan yang  baik tentu akan berusaha untuk menciptakan
insan baru yang tidak hanya sehat secara ragawinya, melainkan diperlengkapi
dengan kemampuan yang  baik dan memiliki
moral yang terpuji.

2.     
Mewujudkan
salah satu Tujuan Negara

Dalam Pembukaan
Undang-Undang Dasar 1945, dijelaskan bahwa salah satu Tujuan Negara Indonesia
ialah untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. Dalam upaya mewujudkan salah satu
tujuan negara ini, maka perlu adanya Pendidikan yang berkualitas.

3.     
Meningkatkan
Keimanan pada Tuhan

Pendidikan yang baik akan
menjadikan kita sebagai manusia yang semakin dekat kepada Tuhan, dan menyadari bahwa
Ialah yang menjadi sumber segala ilmu yang dipelajari.

4.     
Menambah
Pengalaman bagi Peserta Didik

Pendidikan yang baik tentu
tidak hanya berkutat pada pemahaman Teori semata, melainkan memiliki kegiatan
Praktik yang tentu akan bermanfaat langsung dalam penerapan ilmu di kehidupan
sehari-hari.

 

 

3.3  Cara
Mewujudkan Pendidikan Berkualitas

Pendidikan yang
berkualitas dapat diwujudkan melalui penyusunan kurikulum yang sesuai dengan
kondisi dan tantangan perubahan zaman, tanpa melupakan nilai-nilai yang
terkandung dalam ajaran agama. Hal lain yang perlu diperhatikan ialah perlu
adanya peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru, seperti adanya sertifikasi
dan tunjangan bagi profesi guru. Sarana dan Prasarana pendidikan juga perlu
diperhatikan lebih lanjut, seperti perlu adanya renovasi sekolah dan penyediaan
kebutuhan pendidikan lainnya. Terdapat ketimpangan infrastruktur pendidikan di
Pulau Jawa dengan pulau lainnya di Indonesia, dimana hal ini tentu menjadi
sebuah hal yang menyebabkan ketertinggalan pendidikan di wilayah lain di
Indonesia. Tidak bisa dipungkiri, bahwa masih banyak guru yang belum sejahtera,
masih banyak sekolah yang sudah tidak layak lagi digunakan, hingga anak-anak
sekolah yang bertaruh nyawa demi bersekolah. Hal ini merupakan hal-hal yang
harus dibenahi oleh pemerintah. Tentu dalam mewujudkan hal ini, tidak bis
ditekankan hanya pada satu pihak saja, melainkan perlu adanya kolaborasi dari
berbagai pihak yang memiliki kepentingan untuk menyukseskan program dalam
mewujudkan Pendidikan yang Berkualitas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

 

4.1             
Simpulan

Pendidikan
dimasa kini sudah menjadi hak mendasar di dalam nilai kehidupan manusia.
Pendidikan tidak bisa lagi dipisahkan dari kehidupan manusia, dan pendidikan
memiliki banyak pengaruh dalam kehidupan kita sehari-hari. Pendidikan yang baik
menurut Alkitab, haruslah dilaksanakan berulang-ulang, dan didasari oleh sikap
Takut akan Tuhan. Pendidikan yang baik akan membentuk kita menjadi manusia
dengan akhlak yang baik, sehingga kita tidak akan menyimpang dari apa yang
dipelajari. Upaya mendidik juga dapat diartikan sebagai bentuk pelayanan kita
kepada Tuhan, dan wujud mengasihi sesama manusia. Pendidikan bertujuan untuk
menciptakan insan baru yang sempurna, sebagai upaya untuk mewujudkan tujuan
negara, serta untuk meningkatkan keimanan kita pada Tuhan. Dalam mewujudkan
Pendidikan yang berkualitas diperlukan kurikulum yang baik, pengajar yang
sejahtera dan memiliki kemampuan yang baik, serta ditunjang oleh sarana dan
prasarana pendidikan yang memadai.

4.2             
Saran

Pendidikan
Berkualitas tidak akan dapat terwujud tanpa adanya kerjasama dari berbagai
pihak, sebagai Anak Tuhan, kita harus mendoakan dan membantu upaya ini agar
berhasil, dengan cara mengajar dan terus mengembangkan diri kearah yang lebih
baik. Bagi Pemerintah, harus dimiliki sebuah Kurikulum yang berkelanjutan dan
sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Pemerintah juga perlu untuk
memperhatikan kondisi sarana dan prasarana pendidikan, terutama di daerah
tertinggal. Selain itu, pemerintah juga dapat memberikan bantuan keuangan bagi
para peserta didik yang secara ekonomi kurang mampu. Selain itu, Pemerintah
juga perlu untuk meningkatkan kesejahteraaan guru dan tenaga pendidik lainnya,
karena merekalah yang bersentuhan langsung dengan para peserta didik di lapangan,
sedangkan para guru dan tenaga pendidik juga harus terus meningkatkan
kompetensinya secara baik.

x

Hi!
I'm Joan!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out