Berdasarkan PUI yang banyak bergelut di bidang pendidikan dan

Berdasarkan rumusan masalah yang diajukan dan setelah dilakukan analisis,
maka dapat disimpulkan adalah Organisasi massa Persatuan Umat Islam (PUI) lahir
di Bogor pada tanggal 5 April 1952, merupakan hasil fusi dua organisasi Islam yaitu
Perikatan Umat Islam  dan Persatuan Umat
Islam Indonesia (PUII). Perikatan Umat Islam merupakan suatu organisasi yang
berdiri pada tahun 1944 oleh KH. Abdul Halim di Majalengka. Organisasi ini pada
awalnya bernama Hayatul Qulub (1911) yang bergerak di bidang pendidikan dan
ekonomi. Sedangkan Persatuan Umat Islam Indonesia (PUII), merupakan organisasi
yang didirikan pada tahun 1931 oleh KH. Ahmad Sanusi di Sukabumi, Organisasi
ini pada awalnya bernama AII (al-Ittihadiyatul Islamiyah) mengembangkan diri
dan berkiprah dalam pembinaan umat melalui pendidikan. Karena Abdul Halim dan
KH. Ahmad Sanusi memiliki pandangan dan tujuan yang sama, maka pada tanggal 5
April 1952 usaha itu terwujud dengan terbentuknya organisasi Persatuan Umat
Islam (PUI).

Intisab dalam bahasa Arab adalah nasaba-yansibu-nasban-wanisbatan, yang
artinya menghubungkan- mempersenyawakan, mengkerabatkan, satu keturunan,
mempersaudarakan. Menurut istilah Intisab adalah ucapan pernyataan atau ikrar
secara pribadi atau jamaah untuk mempersenyawakan, memperhubungkan, menisbatkan
ucapan dengan pengalaman. Secara sederhana intisab adalah ikrar atau janji.
Jadi, dapat dikatan bahwa Intisab sebagai doktrin amaliyah para anggota dalam
menjalankan program-program oranisasi.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Pengaruh Intisab bagi
para kader PUI secara keseluruhan isi Intisab itu sendiri tidak terlalu
memberikan dampak yang jelas, namun dalam bidang pendidikan menunjukan pengaruh
yang sangat signifikan, terlihat dari para kader  PUI yang banyak bergelut di bidang pendidikan
dan mengembangkan konsep pendidikan PUI ke arah yang lebih baik. Disamping
melestarikan konsep pendidikan PUI yang terdahulu, para kader PUI juga
memberikan pembaharuan di dunia pendidikan agar bisa bersaing dengan pendidikan
masa sekarang dan masa yang akan datang. Maka, jelas dalam hal ini para kader
militan PUI yang semangat bergerak di bidang pendidikan sangat dipengaruhi oleh
doktrin intisab terutama dalam bait kata (Al-Ishlahus saabiluna) yang
memiliki delapan macam perbaikan hidup dan salah satu jalannya adalah perbaikan
pendidikan (ishlahut tarbiyah) yang dipegang kuat oleh para
kader-kadernya.

 

A.     
SARAN

Dengan melihat kesimpulan diatas, maka  saran yang sangat penting ingin penulis
sampaikan adalah bahwa alangkah baiknya jika para kader PUI tidak hanya
bergerak dan konsisten mengembangkan dan terus melakukan perbaikan di dunia
pendidikan saja, akan tetapi 8 macam perbaikan yang merupakan salah satu isi
doktrin PUI dapat dilaksanakan juga sebagaimana yang di harapkan oleh pendiri
dan orang-orang terdahulu agar tujuan PUI sebagai organisasi kemasyarakatan
dapat memberikan dampak yang jelas dan baik bagi masyarakat di segala bidang.