BAB dan bosan. 2. Sampling statistik dan non statistik

BAB 15

Sampling audit
untuk pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

1.     
Sampel Representatif

Risiko sampling;
Risiko bahwa auditor menyatakan adanya kesalahan dikarenakan adanya populasi
sampel tidak representatif. Risiko sampling sangat melekat untuk menguji secara
keseluruhan dan terdapat dua cara yaitu disesuaikan dengan ukuran dan meode

Risiko
nonsampling: risiko bahwa pengujian audit menemukan pengecualian yang ada dalam
sampel. Dua penyebab risiko sampling adalah kegagalan auditor untuk lebih
mengenal pengecualian pengecualian karena agal,lelah dan bosan.

2.     
Sampling statistik dan
non statistik dan pemilihan sampel probabilistik versus non probabilistik

Melibatkan
3 tahap

1.     
Perencanaan sampel

2.     
Pemilihan sampel

3.     
Evaluasi hasil

Risiko sampling
statistik hasil statistiknya 95% memberikan risiko sampling 5%

Dalam sampling
nonstatistik kualifikasi risiko samplingnya mempertimbangkan faktor faktor yang
sama

Sampel
Probabilistik: Auditor secara acak memilih item yang memiliki probabilitas
untuk dimasukan kedalam populasi sampel

Sampel
nonprobabilistik: auditor memilih mempertimbangkan alasan profesional  dan menggunakan satu atau dari beberapa metode
probabilistik yang disebutkan ada 3 meode

1.     
Pemilihan sampel acak
sederhana

2.     
Pemiihan sampel
sistemaris

3.     
Sampel probablitas yang
sama dengan ukuran sampel

 

 

3.  Metode pemilihan sampel probabilistik

Jika auditor
memilih sampel yang sederhana mereka harus menggunakan metode yang akan
memastikan bahwa semua item dipastikan untuk memilih.

Angka acak dapat
saja diperoleh tanpa penggantian atau tanpa penggantian dalam banyak sampel
dimana terdapat adanya situasi audit ada dua cara untuk memperoleh sampel
semacam ini

1.      Mengambil
sampel dimana probabilitas pemilihan setiap item populasi individual bersifat
proporsional dengan jumlah tercatatnya metode ini juga dinamakan sebagai
sampling dengan tipe probabilitas yang proporsional dan dievaluasi menggunakan
sampling nonstatistik

2.      Membagi
populasi kedalam subpopulasi bisanya menurut ukuran dan mengambil sampel yang
lebih besar yang disebut dengan sampling bertahap

 

4.     
Metode pemilihan sampel
nonprobabilistik

Metode
yang tidak memenuhi persyaratan tekhnis bagi pemilihan smapel probabilistik
karena metode tersebut telah disdasarkan pada probabilitas sesuai angka
matematika

 

A.    Pemilihan
sampel sembarangan: yang tanpa disegaja oleh auditor jik dibedakan dari sampel
tersebut auditor memilih item populasi tanpa memandang ukurannya sumber atau
karakteristik yang membedakannya.

 

Kekurangannya dari sampel tersebut
adalah mengenai sulitnya menjaga agar tetap bisa melakukan pemilihan karena
yang lebih besar kemungkinannya dimasukan kedalam sampel

 

B.     Pemilihan
sampel blok: penggunannya biasanya dipilih secara berurutan dan yang pasti
jumlahnya sangat tidak  logis dan tidak
masuk akal tidak dibuat buat sesuai bloknya masing masing, dalam dunia ini
banyak auditor yang menggunakan pemilihan sampel blok karena cenderung lebih
sederhana.

C.     Sampling
untuk tingkat pengecualian:  auditor
bisanya mengestimasi persentasi item populasi yang memiliki tingkat dalam suatu
populasi yang merupakan istilah dari pengecualian, asumsinya.

 

 

 

 

 

5.     
Isitilah yang digunakan
dalam sampling audit

Karakteristik/atribut

Karakteristik
yang diuji dalam aplikasi

Risiko yang
dapat diterima atas ketergantungan yang teralu tinggi (acceeptable risk overllance)

Risiko yang
bersedia ditanggung auditor dalam menerima pengendalian sebagai efektif atau
tingkat salah saji moneter dapat diterima ditoleransi apabila tingkat
populasi pengecualian lebih besar.

Tingkat
pengecualian yang ditoleransi

Yang
diperbolehkan oleh auditor dalam populasi dan masih bersedia diterima untuk
menyimpulkan bahwa pengendalian beroperasi secara efekttif yang ditetapkan
serta sebuah perencanaan yang dapat diterima

Estimasi
populasi pengecualian

Tingkat
pengecualian auditor dalam populasi sebelum dimulai sebuah pengujian

Ukuran sampel
awal

Yang
dipertimbangkan setelah faktor dalam proses perencanaan

Istilah
berkaitan dengan evaluasi hasil

 

Pengecualian

Kecuali
atribut sampel

Tingkat
pengecualian

Jumlah/ukuran

Tingkat
pengecualian yang dihitung

Estimasi
pengecualian tertinggi dalam populasi

 

Dan bisa
diasumsi dengan program yakni:

1.     
Mereview transaksi
penjualan

2.     
Mengamati pemisahan
piutang usaha

3.     
Memeriksa sampel
salinan

4.     
Memilih sampel dokumen

5.     
Membandingkan
kualitasnya

6.     
Atribut yang
didefinisikan-pengujian atas fungsi penagihan

 

Keberadaan nomer faktur di jurnal penjualan

Tidak ada catatan nomer faktur

Julmlah data file induk sesuai

Jumlah yang dicatat file induk berbeda

Jumlah data lainnya pada data salinan

Nama pelanggan,nomer faktur berbeda

Bukti penetapan harga

Tidak ada ttd

Kuantitas dari data lainnya

Kuatitas barang yang dikirim berbeda dengan
kuantitas yang ada

Kuantitas data lainnya pada pesanan pelanggan

Kuantitas pada pesanan penjualan berbeda dengan
kuantitas faktur penjualan

Kuantitas data lainnya=pesanan pada pelanggan

Jumlah dan deskripsi pelanggan berbeda

Kredit diseetujui prosedur

Tidak ada ttd persetujuan kredit

Salinan faktur penjualan

Bill o loading dilampirkan ke salinan faktur
penjualan

 

7.     
Mendefinisikan unit
sampling

Berdasarkan
unit sampling dan pengujian audit,sedangkan unit sampling adalah faktor yang
berhubungan dengan unit yang dibutuhkan auditor

Unit
sampling biasanya berupa faktur penjualan yang dicatat dalam jurnal penjualan
atau dokumen pengiriman.

 Jika auditor ingin menguji keterjadian sebuah
penjualan unit sampling yang tertera adalah faktur penjualan.

 

8.     
Menetapkan tingkat
pengecualian yang ditoleransi

Untuk
setiap atribut memerlukan pertimbangan profesional auditor yang diuji dan masih
menyimpulkan beberapa pengendalian yang berjalan secara efektif

TER
memiliki dampak yang signifikan terhadap ukuran sampel jika ter nya rendah
memiliki ukuran sampel yang lebih besar daripada ter yang tinggi

 

9.     
Menetapkan risiko yang
dapat diterima atas ketergantungan yang tinggi

Auditor
biasanya berfokus pada ketergantungan yang lebih dan bersedia mengukur risiko
dan menerima tingkat pengendalian yang efektif.

 

10. 
Mengestimasi tingkat
pengecualian populasi

Auditor
selain membuat estimasi tingkat pengecualian populasi,serungkali auditor
menggunakan hasil evaluasi untuk estimasi hasil EPER. Jika hasil audit
sebelumnya tidak tersedia atau jika mengestimasi hasil EPER tidak bisa
diandalkan auditor dapa mengambil sebuah sample ppendahuluan yang lebih kecil
dari sebuah populasi yang berjalan tahun ini.

 

11. 
Sensitivitas ukuran
sampel terhadap perubahan faktor

Auditor
juga harus memahami dampak kenaikan atau penurunan salah satu dari empat faktor
yang menentukan ukuran sampel yang dianggap konstan.

Kombinasi
dari kedua faktor  akan memiliki dampak
yang relatif besar terhadap ukuran sampel. Perbedaanya ada di esimasi awal.

 

12. 
 Memilih sampel

Memilih
item-ite atau sample dan memilih item sample tambahan yang bersifat langsung
menggunakan metode probabilistik untuk memungkingkan klien merubah item sampel
yang dipilih

 

13. 
Melaksanakan prosedur
audit

Memeriksa
setiap item dalam sampel auditor untuk menentukan apakah sampel tersebut
konsisten dengan definisi dengan mempertahankan catatn mengenai semua
pengecualian untuk setiap atribut. Umumnya auditor menyertakan skedul laporan
dari hasil tersebut, dan menyerahkan skedul dari semua listing item

 

14. 
Generalisasi dari
sampel ke populasi

Ketika
evaluasi sampel untuk pengujian pengendalian substantif atas transaksi,auditor
harus mengevaluasi risiko sampling apakah digunakan sampling nonstatistik
tingkat

 

15. 
Analisa pengecualian

Pengecualian
dapat disebabkan beberapa faktor contohnya kecerobohan, dampak yang signifikan
harus dievaluasi secara sistem dan secara kualitatif.

 

16. 
Memutuskan
akseptabilitas populasi

Sebagian
besar menggeneralisasi dari sampel ke populasi jika auditor menyimpulkan bahwa
ia menggunakan sampling non statistik

 

 

D.    Langkah
langkah dalam sampling audit

MERENCANAKAN SAMPEL

1.     
Menyediakan tujuan

2.     
Memutuskan sampling
apakah dapat ditetapkan

3.     
Definisi atribut dan
kondisi

4.     
Definisi populasi ‘

5.     
Definisi unit sampling

6.     
Menetapkan TER

7.     
Menetapkan ARO

8.     
Estimasi tingkat
pengecualian

9.     
Menentukan ukuran
sampel awal

MEMILIH SAMPEL

10. 
Memilih sampel

MELAKSANAKAN
PENGUJIAN

11. 
Melaksanakan prosedur
audit

MENGEVALUASI
HASIL

12. 
Generaslisasi dari
sampel ke populasi

13. 
Analisis pengecualian

14. 
Memutus akseptabilitas
populasi

 

E.     Distribusi
sampling

Aplikasi
sampling atribut, Merencanakan sampel

1.     
Menyatakan tujuan
pengujian audit baik statistik maupun non statistik

2.     
Memutuskan apakah
sampling audit dapat diterapkan

3.     
Definisi atribut dan
kondisi pengecualian

4.     
Definisi populasi

5.     
Definisi unit

6.     
Tingkat pengecualian

7.     
Mendefinisikan aro

8.     
Definisi tingkat
pengecualian

9.     
Menentukan ukuran
sampel awal

 

 

F.      Menggunakan
Tabel

1.      Memilih
tabel yang berhubungan

2.      Menetapkan
posisi TER diatas

3.      Menetapkan
EPER pada kolom paling kiri

4.      Membaca
kebawah kolom TER

G.    Menggunakan
Tabel

1.      Memilih
tabel yang berhubungan

2.      Lokasi
jumlah pengecualian aktual yang ditetapkan

3.      Membaca
kebawah kolom jumlah pengecualian aktual

H.    Kebutuhan
akan pertimbangan sampling profesional

Ketika memilih
sampel ukuran nasional tergantung pada TER dan ARO yang memerlukan tingkat
pertimbangan tergantung pada TER dan ARO yang memerluka tingkat pertimbangan
yang tinggi serta evaluasi yng cermat atribut sampling juga harus didasarkan
pada profesionalitas tingkat yang tinggi.