Apa pesan melalui gadget kita secara online. Transportasi online

Apa hal pertama yang kita pikirkan saat nama transportasi online?
Transportasi yang dapat di akses atau di pesan melalui gadget kita secara
online. Transportasi online telah berkembang pesat dalam beberapa tahun
terakhir, secara umum banyak yang merasa puas dan senang karena adanya
transportasi online ini karena mereka merasa dipermudah dengan adanya
transportasi online ini. Tetapi tidak semua masyarakat menerima adanya
transportasi online ini dengan baik, banyak juga yang tidak senang dengan
adanya transportasi online ini. Ini adalah hal yang harus dipertanyakan mengapa
masih ada yang tidak menerima adanya transportasi online dengan baik?

            Masyarakat yang tidak
menerima dengan baik adanya transportasi online rata-rata berasal dari golongan
ojek atau taksi yang sudah beroperasi lama di Indonesia dan tidak menerapkan
sistem online dalam pelayanan mereka. Rata-rata dari mereka protes dikarenakan
mereka kalah saing dengan transportasi online, mereka meminta untuk
transportasi online dihentikan. Lalu adakah undang-undang yang mengatur tentang
transpotasi online? Baru-baru ini kementrian perhubungan telah mengeluarkan
Peraturan Menteri(PM) Nomor 108 Tahun 2017 yang isinya mengatur tentang taksi
daring dan aplikator tranportasi online. Dengan adanya PM ini sudah jelas
peraturan tentang transportasi online, permenhub ini menggantikan PM Nomor 26,
yang sebelumnya Mahkamah Agung (MA) mencabut 14 poin yang ada di PM Nomor 26
sehingga menyebabkan kekosongan hukum transportasi online1.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

            Tetapi bukan berarti
konflik yang ada di masyarakat hanya sebatas tidak menerima adanya tranportasi
online. Banyak kontroversi yang terjadi diantara transportasi online dan yang
bukan online. Banyak pihak yang menolak adanya transportasi online di Indonesia
walaupun banyaknya keuntungan yang ditawarkan oleh transportasi online.
Pihak-pihak yang menolak adanya transportasi adalah supir-supir angkutan umum
karena mereka merasa transportasi online merugikan mereka karna sekarang banyak
orang yang lebih memilih transportasi online daripada angkutan umum seperti;
bajaj, angkot, metromini, dan taksi. Karena pada dasarnya lebih mudah untuk
memesan transportasi online daripada keluar dari rumah untuk mencari
transportasi umum seperti contoh diatas. Karena hal ini banyak supir angkutan
umum yang melakukan mogok kerja untuk demo agar dapat menghentikan operasi transportasi
online ini, tidak sampai disitu saja, hal ini juga menyebabkan banyak
perkelahian antara supir angkutan umum dengan supir transportasi online, banyak
supir transportasi online yang kendaraannya di rusak dan dipukuli hanya karena
mereka ingin mencari nafkah.

 

 

Yang tidak bisa diterima adalah kelakuan para pengendara
yang melakukan kekerasan dan pengrusakan properti para supit tranportasi
online, walaupun mereka tidak menerima adanya transportasi online hal ini tidak
bisa dijadikan alasan untuk melakukan tindak kekerasan kepada mereka. Karena
menurut saya mereka tidak bersalah mereka hanya berusaha untuk mencari nafkah
dengan cara halal, mereka melihat kesempatan dalam jasa transportasi online dan
menggunakan kesempatan itu untuk mencari nafkah, sudah banyak terjadi kekerasan
terhadap supir transportasi online, banyak supir angkutan umum yang melakukan
penghadangan saat transportasi online lewat, yang biasa mereka lakukan adalah
merusak mobil ataupun motor yang digunakan dengan cara apapun untuk memastikan
kendaraan mereka sudah tidak layak pakai lagi, tidak berhenti disitu mereka
juga akan memukuli sang pengendara. Pemerintah harus cepat dalam menemukan
solusi untuk masalah kekerasan yang dirasakan oleh parah supir transportasi
online, karna jika tidak cepat diatasi para supir transportasi online tidak
akan pernah merasa aman.

Walapun keunggulan yang dimiliki oleh jasa transportasi
online, masih ada beberapa wilayah yang akhirnya tidak mengizinkan beroperasi
nya transportasi online, seperti yang terjadi di Jawa Barat. Pada tanggal 6
Oktober 2017 Dinas Perhubungan Jawa Barat resmi melarang transportasi berbasis
aplikasi, baik roda empat dan roda dua2.
Bagi saya ini menunjukan bahwa walaupun banyak keuntungan yang ditawarkan oleh
transportasi online, tidak semua golongan masyarakat menerima adanya
transportasi online. Menurut saya ini adalah strategi Dishub Jawa Barat untuk
tidak menimbulkan kericuhan antara supir angkutan umum dengan supir
transportasi online, dan juga untuk membuat para supir angkutan umum tidak
kehilangan pekerjaan mereka.

Sebenernya masalah terkait transportasi online ini sangat
rumit, karena konflik yang terjadi antara supir angkutan umum yang masih
menolak adanya transportasi online, dan transportasi online yang banyak
memberikan keuntungan dalam penyediaan jasa tetapi tidak diterima sepenuhnya.
Karena hal ini pemerintah masih belom bisa untuk memberi keputusan yang tepat
terkait hal ini. Saya harap pemerintah akan segera menemukan solusi yang tepat
untuk mengatasi masalah diantara keduanya dan pemberian izin transportasi
online. Untuk sekarang penggunaan transportasi online tidak dapat dihentikan
karena banyaknya kemudahan yang ditawarkan oleh jasa online ini, dan teknologi
yang semakin maju seiringnya perkmebangan zaman ini yang membuat transportasi
online semakin populer.